MENJUAL ITU MUDAH JIKA DIPELAJARI..
TRIK
NGADEPIN CLIENT / CUSTOMER BIAR JAGO
JUALANNYE…..
Trik di
bawah ini biasanya dihadapi oleh mereka yang gagal mendapatkan klien.
1.
Tidak Tahu Kebutuhan Klien
Kesalahan yang sering terjadi adalah
Anda tidak faham kebutuhan klien. Keberhasilan jualan, ditentukan pula oleh
seberapa besar pengetahuan Anda tentang kebutuhan mereka. Misal, mereka sedang
butuh pasta gigi, eh, Anda malah memberinya sabun mandi. Kalau mau tahu yang
mereka butuhkan, cari informasi kanan-kiri, baik dari eksternal maupun internal
klien sendiri.
2.
Deadline Selalu Jadi Alasan
Soal deadline yang mepet kerap
dijadikan dalih ketidakberhasilan menembus klien.Buatlah time table, daftarlah
deretan nama klien lengkap dengan catatan karakter tiap produk/kebutuhan, lalu
segera hubungi mereka sepagi mungkin. Percaya deh, dalam sehari banyak sekali
yang bisa Anda lakukan.
3.
Berkelit dari Birokrasi Rumit
Tidak perlu gemas dan ingin
‘membunuh orang’. Coba dong selidiki siapa yang paling berwenang atau decision
maker di perusahaan tersebut, dan lakukan pendekatan personal. Biasanya bila
kepalanya sudah bisa dipegang, Anda bisa memotong jalur birokrasi yang
berbelit-belit. Anda juga bisa mengerahkan jejaring Anda di perusahaan
tersebut.
4.
Keahlian Menjalin Hubungan
Tak bisa dipungkiri, kelihaian
menjalin hubungan personal, cukup menentukan keberhasilan usaha Anda menggaet
mereka. Anda tidak harus menjadi psikolog untuk memenangkan hati mereka.
Ada beberapa sikap yang biasanya diperlihatkan
klien :
* “Wah, mau banget tuh”
Tanpa bertele-tele, mereka langsung oke saat Anda menyodorkan tawaran. Sikap
welcome mereka juga ditunjukkan dengan langsung menjadwalkan bertemu dan
presentasi, serta terjadi interaksi yang positif antara Anda dan mereka.
Bila akhirnya terjadi transaksi, tetaplah berhubungan. Tanyakan perkembangan
setelah mereka menjadi klien Anda. Mintalah komentar atau kritik dari mereka
untuk meningkatkan pelayanan perusahaan Anda.
* Enggak
minat ah”
Duh, sungguh menjengkelkan memang jika belum-belum mereka sudah bilang tidak
berminat. Apa yang bisa dilakukan? Gali lagi latar belakang calon klien dan
minat mereka, kemudian dekati dengan cara lain yang lebih personal.
Mengetahui hobi mereka, bisa menjadi celah. Kalau mereka hobi nonton, berikan
dong tiket pertunjukan, atau sesekali main ke kantor calon klien, dengan
membawa makanan, bergaul dengan orang kantor di sana, dan sebagainya. Lakukan
pendekatan untuk membuka peluang, setelah itu, baru ciptakan suatu kebutuhan
calon klien terhadap produk Anda.
* Iya
sih…tapi…enggak deh”
Sikap dan kemauannya serba tidak jelas. Dibilang nolak, tapi enggak, dibilang
oke, tapi kok nadanya nolak? Ah, Anda dibuat pusing oleh ketidakjelasannya.
Cara terbaik untuk menghadapi klien seperti ini adalah cari tahu sikap yang
sebenarnya. Sebelumnya, Anda perlu tahu dulu kebutuhannya.
Anda bisa mendapatkan info ini dari orang-orang yang bekerja dengannya, atau
dari pihak luar yang pernah bekerjasama dengannya. Kalau setelah pendekatan,
sikapnya masih ngambang, tidak perlu memaksakan diri. Lebih baik, cari calon
klien lain yang lebih punya sikap.
5.
Kemampuan Jual
Selain soal kemampuan menjual, ada
hal-hal yang sebenarnya sepele, tapi punya manfaat besar dalam interaksi Anda
dengan klien. Ini kaitannya dengan pembawaan Anda.
*
Penampilan oke
Anda tidak perlu menggerutu jika punya wajah tidak secantik Tamara Bleszynski
(dia sih satu banding seribu) Penampilan oke bisa diperoleh dengan berpakaian
sesuai ‘tema’ (jangan berpakaian kasual jika Anda menawarkan produk yang sangat
feminin). Lalu percaya dirilah (yang ditampilkan dengan bahu tegak, mata
menatap pasti, dan senyum yang konstan). Sikap ini akan membuat Anda terlihat
sebagai orang yang sukses. Orang tentu akan lebih senang bertransaksi dengan
orang yang tampak sukses daripada gagal.
* In the
mood
Simpan dalam peti untuk sementara suasana hati yang buruk akibat patah hati.
Tampillah dengan penuh gairah saat bertemu calon klien. Sebab hanya dengan
emosi yang stabil, dapat tercipta energi dan mood yang baik.
* Say
cheese
Senyum itu murah tapi punya dampak yang luar biasa. Senyum juga menular pada
orang lain. Dengan senyum Anda dapat mencairkan suasana yang kaku, meredakan
ketegangan dan kemarahan. Sulit menemui klien? Perlihatkan dong senyum terbaik
Anda.
* Panggil
nama
Mereka lebih suka bila Anda menyebut nama, ketimbang memanggil mereka dengan
sebutan ibu dan bapak saja. Anda toh tidak sedang berinteraksi dengan orang
asing di kendaraan umum, kan?
* Nada dan
tekanan suara
Biar pembicaraan tidak monoton, perhatikan nada dan tekanan suara. Ada
kata-kata yang perlu diucapkan biasa, dan ada pula yang perlu diberi tekanan
untuk menunjukkan pentingnya maksud tersebut.
* Selipkan
Humor.
Di sela-sela pembicaraan, selipkan humor yang bisa menyegarkan suasana. Tapi,
sebaiknya pilih-pilih humornya agar tidak menyinggung klien. Bukannya sukses,
mereka malah kabur.hehehe
( GEGI KARYAGANDA
) trainer & motivator